Waduk cengklik tempat wisata boyolali solo - SIWELER

Berita Gaya Hidup Makanan Dan Minuman Kami Rangkum Untuk Anda

Breaking

Senin, 13 Mei 2019

Waduk cengklik tempat wisata boyolali solo

Waduk cengklik tempat wisata boyolali solo. Waduk Cengklik adalah waduk buatan atau danau yang terletak bersebelahan dengan Bandara Solo Adi Sumarmo. Waduk ini dibangun pada era kolonial Belanda untuk mengairi lahan pertanian dan masih berfungsi sampai sekarang. Kondisi waduk ini tidak dirawat dengan baik dan memiliki pendangkalan yang parah pada waduk. Saat ini Waduk Cengklik favorit sebagai lokasi perburuan sunset bagi pecinta fotografer.

Waduk cengklik tempat wisata boyolali solo

Waduk Cengklik terletak di desa Ngargorejo dan Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Nama Cengklik diambil dari dukuh pertama yang dimulai sebagai reservoir, yaitu Dukuh Cengklik.

Lokasi Waduk Boyolali Cengklik berada di sebelah barat Bandara Solo Adi Sumarmo. Rute ke waduk ini dari kota Solo mengikuti Jalan Adi Sumarmo Solo hingga tiba di persimpangan lampu merah Colomadu. Dari persimpangan Colomadu, pilih hak untuk pergi ke Bandara Adi Sumarmo. Setelah melintasi perbatasan kabupaten dan jembatan ada persimpangan lampu merah. Di persimpangan, ambil jalan ke kiri dan ikuti jalan sampai mencapai tepi tanggul Cengklik. Posisi tanggul berada di sebelah kanan jalan dan ditandai dengan akses jalan yang rusak ke tempat itu. Rute lain ke tempat ini adalah melalui Kartasura - Terminal Bus Kartasura - Waduk Colomadu - Cengklik.


Ada 3 (tiga) titik akses ke Waduk Cengklik, dari barat, tenggara dan selatan. Akses dari selatan dan tenggara tidak dikenakan tarif masuk yang tetap bahkan terkadang tidak dipertahankan. Namun, jika pengunjung melewati akses barat, pungutan dikenakan di pintu masuk ke area reservoir. Kehadirannya tampak ilegal (pungutan liar) karena petugas yang memungut retribusi tidak mengenakan seragam resmi. Kondisi taman yang dibangun sebagai pintu masuk waduk terlihat kurang terawat dan rusak. Selain itu, tidak ada fasilitas kamar mandi umum di sekitar area parkir waduk. Pemerintah daerah tampaknya kurang memperhatikan obyek wisata di daerah tersebut. Pengunjung yang pergi ke tepi waduk dipersilakan untuk menaiki tangga naik di dinding tanggul waduk.

Waduk Cengklik dibangun pada kisaran 1926-1928 oleh Pura Mangkunegaran dan Pemerintah Kolonial Belanda. Pada tahun 1970 waduk masih mampu menampung 17,5 juta meter kubik air tetapi pada tahun 1998 kapasitas air menurun menjadi 12,5 juta meter kubik. Diperkirakan saat ini reservoir hanya dapat menampung sekitar 9 juta meter kubik. Turunan reservoir karena proses pendangkalan yang tinggi.

Kondisi Waduk Cengklik hampir sama dengan waduk di Indonesia. Dinding reservoir yang menahan tekanan air terdiri dari batuan keras dan kuat. Kondisi dinding penahan waduk tampaknya kurang terawat sehingga beberapa tahun yang lalu masalah waduk akan rusak karena kondisi waduk sudah tua dan tidak mampu menahan genangan air. Namun masalah itu belum terbukti sampai sekarang.

Sumber : suaramerdekasolo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar